Beasiswa Bazma Pertamina


INILAH SAYA BAGI KELUARGA DAN KONTRIBUSI YANG TELAH, SEDANG, DAN AKAN SAYA BERIKAN UNTUK INDONESIA
***
Oleh: Fajar Tirtayasa

“Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”.
-John F Kennedy (1961)
            Saya akan awali esai ini dengan pengenalan diri. Saya merupakan mahasiswa berusia 19 tahun yang sedang menempuh pendidikan sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia. Saat ini saya aktif berkegiatan di KARISMA ITB yang mana merupakan sebuah organisasi yang bergerak pada pembinaan remaja Kota Bandung, kemudian saya juga merupakan kontributor BEM Himatika ‘Identika’ UPI pada bidang Pengembangan Akademik, dan di samping itu sebagai Duta Kampus Universitas Pendidikan Indonesia saya pun sering kali bertugas dalam kegiatan universitas serta aktif pula dalam melaksanakan campaign-campaign kebaikan.
Saya tinggal bersama Ibu dan empat saudara saya di sebuah kota yang menjadi Central of West Java. Di kota inilah saya dididik dan dibesarkan oleh kedua orang tua saya dengan harapan agar nantinya saya menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, dan dapat menebar kebermanfaatan bagi orang banyak. Pada tahun 2011 tepat ketika saya menduduki bangku kelas 6 SD, Allah SWT ternyata menakdirkan ayah saya untuk menghadap-Nya lebih dahulu yang mana kemudian hal tersebut menjadikan ibu saya mulai saat itu mendapat peran ganda, yakni sebagai ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga. Berada pada posisi ini membuat hati saya sering kali tergerak untuk mencoba mencari penghasilan tambahan agar setidaknya dapat membantu meringankan beban ibu saya. Dimulai dari berjualan es buah, makanan ringan, peci, aksesoris handphone, gantungan kunci, hingga kaset-kaset yang berisi video pembelajaran. Saya bersyukur karena pengalaman tersebutlah yang telah berhasil memupuk rasa semangat dan percaya diri saya agar selalu bisa memanfaatkan peluang-peluang yang hadir di depan mata secara lebih optimal.
Semangat belajar saya pada tahun terakhir masa SMA sangatlah terasa menggebu-gebu karena saya memiliki harapan kuat untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi di universitas ternama. Keterbatasan ekonomi tidaklah menjadi alasan bagi saya untuk terpuruk dan menyerah terhadap keadaan, saya pun mencari program-program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Beruntung saat itu terdapat program Beasiswa Perintis Salman ITB yang memberikan bantuan beasiswa berupa bimbingan belajar untuk persiapan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri. Saya pun harus belajar lebih ekstra pada siang dan malam hari untuk menghadapi seleksi tes yang ketat dan berkelanjutan bersama sekitar 3000 pendaftar ini, tapi pada akhirnya semua usaha itu terbayar dengan lolosnya saya sebagai salah satu dari 150 awardee Beasiswa Perintis sehingga mendapatkan pembinaan selama 3 bulan lamanya. Program inilah yang sangat membantu dalam mewujudkan salah satu impian saya untuk dapat merasakan nikmatnya mencari ilmu di perguruan tinggi negeri.
Memasuki awal baru sebagai seorang mahasiswa, saya semakin aktif dalam kegiatan-kegiatan pendidikan dan sosial. Pada bidang pendidikan, saya memikirkan suatu cara bagaimana saya dapat membagikan kembali kebermanfaatan yang telah saya dapatkan selama menjalani program Beasiswa Perintis, dan kemudian saya pun berencana menginisiasi sebuah program bimbingan belajar gratis khusus untuk adik-adik kelas saya di SMA dulu, berkat izin Allah SWT akhirnya program ini dapat terlaksana pada tahun 2017. Pada bidang sosial, antara lain saya berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan disabilitas bersama Komunitas Peduli Anak Disabilitas Indonesia dan BIRUKU Indonesia, kemudian saya berperan sebagai fasilitator pada acara JABAR Berbagi bersama anak-anak yatim-piatu Jawa Barat selama 2 tahun terakhir, serta juga pada program Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk membantu pemberdayaan warga Desa Cihawuk, Jawa Barat.
Saat ini kontribusi yang sedang saya lakukan ialah, sebagai Duta Kampus UPI saya berupaya melakukan kampanye positif dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat; sebagai volunteer pengajar pada lembaga bimbingan belajar gratis, saya mencoba membagikan ilmu matematika yang telah saya dapat; sebagai seorang mahasiswa, saya terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri untuk mencapai prestasi yang optimal selama perkuliahan sehingga dapat ditularkan kembali kepada siswa yang akan saya bina nantinya; sebagai warga negara yang baik, saya bertekad untuk tetap menjaga nama baik bangsa Indonesia dengan tidak terlibat dalam kasus kriminal dan penyalahgunaan narkoba, serta selalu memberi teladan bagi orang lain.
Sebagai seorang mahasiswa Pendidikan Matematika yang kelak nanti akan terjun di sektor pendidikan, saya memiliki tugas untuk memberi solusi terhadap pengajaran matematika secara nyata. Saya akan mengenalkan matematika yang merupakan ‘bahasa untuk memahami dunia’ dengan cara yang menyenangkan melalui berbagai inovasi pembelajaran yang disertai dengan pemanfaatan media pembelajaran. Dengan bertambah baiknya sistem pendidikan dan kualitas pembelajaran di Indonesia, saya berharap Indonesia mampu menjadi suatu tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali karena tingkat pendidikannya yang lebih maju.

Comments